Senin, 11 Oktober 2010

Ketika mata hati menjadi buta



Seseorang bertanya pada ku "Mengapa kadang orang yang tak bisa melihat lebih baik di bandingkan orang yang di beri kesempurnaan??" aku tersenyum mendengarnya teringat bayang-bayang seorang anak buta yang tengah asyik melantunkan ayat-ayat al-qur'an dengan fasih dan indahnya, ia hafal Al-qur'an, ia memahaminya & ia sangat menikmatinya padahal ia buta tapi seolah setiap ayat dalam qur'an melayang-layang di depannya tanpa ada kesalahan dari bacaannya.

aku mejawab pertanyaan orang tadi" sungguh allah maha adil dan maha bijaksana, ia tahu apa yang tak kita ketahui !". Kejadian di atas membuat siapa saja sadar bahwa kesempurnaan bukanlah terletak pada raga akan tetapi dari hati, manusia yang penglihatannya sehat-sehat saja belum tentu dapat menghafal kallamullah itu.

Jadi buta mata bukanlah sesuatu yang buruk dan bukalah suatu musibah, seseorang tak akan menjadi hina hanya karna ia tak dapat melihat karna yang menilai hanyalah allah manusia hanya menilai apa yang nampak saja, sebab itu janganlah terpengaruh oleh kata-kata manis dan pahit manusia, pujian hinaan yang meluncur dari mulut manusia bukanlah suatu yang pasti.

Hendaknya kita tengok orang-orang yang indra penglihatannya berfungsi tapi ia tak dapat melihat, Inilah seburuk-buruknya buta, ia dapat melihat tapi tak dapat melihat kebenaran, buta hati.

Ketika mata hati menjadi buta apakah bisa ia melihat kebenaran yang nampak di depannya ?? kebenaran ayat-ayat allah yaitu alam semesta apakah yang ia lihat ketika di hadapannya nampak gunung-gunung yang menjulang, hamparan bumi yang luas, langit biru yang melayang tegak tanpa tiang, lautan yang membentang... kosong.. itulah yang ada dalam hatinya.

Orang-orang yang mata hatinya buta lebih hina dari yang mata dzahirnya buta, mereka..

Bila melihat alam yang indah ini tidak terasa kebesaran allah
Bila mendapat ni'mat lupa bahwa dirinya adalah hamba
Ia bangga akan dirinya ia lupa akan sekitarnya
Bila mendengar "syurga" tak terasa atas nikmatnya
Bila mendengar "nereka" ia lupa akan kuasanya
Itulah orang yang buta hatiya

Sepatutnya kita meminta perlindungan kepada-NYA dari buta hati. Buta hati adalah suatu penyakit abstrak yang mudah terjangkit pada hati manusia manapun andai saja ia tak benar-benar menjaga hatinya. Hati adalah pusat dari tubuh ia bagaikan raja dapat memerintah otak untuk melakukan sesuatu hal.
dalam hadits di jelaskan yang artinya:

"sesungguhnya ada dalam diri manusia itu segumpal darah, apabila segumpal darah itu benar maka benarlah seluruh tubuh dan apabila segumpal darah itu rusak maka rusaklah selruh tubuh, ketahuilah itu adalah HATI"
(diriwayatkan oleh bukhari & muslim)

Dalam ilmu biologi atau sains kita tahu bahwa hati adalah gumpalan darah yang membeku, islam adalah agama yang fitrah sesuai dengan pola pikir manusia. Dari hadits ini kita dapat menyimpulkan bahwa "INNAMAL A'AMALU BI NIAT" segala pekerjaan itu berawal dari niat dan niat itu berawal dari hati...
Jadi hati adalah sumber kontrol dari raga manusia keseluruhan apabila hatinya buruk maka ragapun akan buruk begitu juga sebaliknya.

(musliha maLeekah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thank you for reading !! left your comment, please..

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Labels

Islam Ornamental Art