Kamis, 21 Juni 2012

The Real Life (2)


Perumpamaan,

1. Org TKI/TKW ingatannya selalu pada kampung halamannya, seindah-indahnya hongkong, singapura tetap ingin sekali pulang ke kampung halaman, trus teringat dan rindu pada kampung halaman.
hakikatnya, begitu juga kita, ingatannya selalu rindu kepada kmpung halaman akhirat, seindah-indahnya dunia tetap ingin pulang karena akhirat jauh lebih indah 99% dibanding dunia 1%.

2. TKI/TKW hdupnya rela sederhana, bahkan menderita/susah &Trtekan, kita lihat kabar-kabar di TV, mereka rela hidup seperti itu, asal di kampung halmannya nanti hidup mewah/kaya, kita lihat TKI/TKW rumah mereka begitu indah di kampung halamannya padahal hidupnya rela sederhana di luar sana (tempatnya menjadi TKI/TKW).
Semestinya, kita juga  begitu .. rela hidup sederhana/susah & tertekan di dunia asalkan hidup selamat/ckup &mewah di akhirat nanti.

3. TKI/TKW hasil usahanya tidak dihabiskan di tempatnya menjadi TKI/TKW justru diirit dan sebagian besar dikirim/dibawa pulang. Semestinya, kita juga begitu.. hasil usaha kita tidak dihabiskan di dunia saja tapi justru kita bawa pulang ke akhirat. Manusia sekarang justru malah dihabiskan di dunia di akhiratnya sudah tak punya apapun karna habis di dunia.

4. TKI/TKW selalu ingin pulang, jika tak ada keinginan untuk pulang dapat diartikan bahwa ia terhipnotis/tidak mempunyai hati/bahkan tidak waras. Jadi sama pula seperti orang yang tak ingin pulang ke akhirat, lupa akhirat, ia terbujuk seytan, tidak waras, disesatkan dan dibutakan oleh seytan.


Bersama kita renungi perumpamaan tersebut, mungkin sulit untuk langsung kita terima dan baca mentah-mentah tapi hakikatnya semua itu benar. Mungkin juga terasa tidak enak di hati kita karena teguran yang secara langsung dan kata-kata yang tidak halus. Tapi sebenarnya perasaan tersebut timbul karna ada seytan di hati kita, ia tak mau kita tersadar, ia tak mau kita ikuti dan renungi nasihat itu.

Bismillah, Semoga Allah memberi kita hidayaNya yang agung. "Fa man haadiya fa laa mudhillalah, wa man yudhlilhu fa laa haadiyalah"
Na'udzubillahi minasy-syaithaanirajiim.

From,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thank you for reading !! left your comment, please..

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Labels

Islam Ornamental Art